RSS

Apa yang Terjadi dengan Stasiun Internet JYJ?

24 Apr

Untuk melihat lagi kasus Stasiun Internet JYJ, kita harus menelusuri kembali Seonggyun’gwan Scandal (SKKS), sebuah drama yang disiarkan musim gugur tahun lalu. SKKS, yang menggambarkan pertumbuhan siswa Konfusius di Seonggyun’gwan, menikmati popularitas yang tinggi dari fans ahjumma (baca: fans tante2 lah…) dengan adanya pemeran utama Park Yoochun (baca: suami gw  ^^v), member idol grup JYJ.

Para fans ahjumma tertarik dgn JYJ yang tidak bisa muncul di televisi setelah drama itu berakhir. JYJ, yang dibentuk oleh tiga member DBSK menuntut mantan manajemen perusahaan mreka, SM Entertainment (SME) untuk kontrak yang tidak adil dan kemudian merilis album pertama pada bulan September tahun lalu. Tetapi SME meminta stasiun TV untuk menghalangi JYJ muncul di TV sampai2 JYJ memperoleh julukan “the new desk idol” karena mereka hanya akan muncul pada berita saja. Banyak dari fans ahjumma mengungkapkan keinginan yang kuat untuk “membantu Yoochun mewujudkan mimpinya “. Akhirnya, seorang penggemar yang menggunakan nama samaran Helena (48) datang dengan ide untuk mendirikan stasiun penyiaran Internet (IBS) eksklusif hanya untuk JYJ.

IBS JYJ menarik perhatian besar (khususnya dari fans ya, termasuk gw pribadi). Di tengah sorak-sorai “kemenangan fandom” dan “keadilan akhirnya terungkap”, situs itu dibuka pada tanggal 4 Maret, sehari setelah tanggal pembukaan yang direncanakan karena server crash oleh banyaknya org yg masuk ke situs tersebut. Tapi penggemar tertentu merasa iri dengan proyek IBS yang dioperasikan oleh istilahnya fans ahjumma newbie lah…sehingga mereka menuntut IBS untuk menutup situs tersebut ketika situs ini menampilkan interview ucapan selamat dari Grand National Party Assemblywoman Jeon Yeo-Ok (yang Helena pribadi juga kenal) dan dicurigai bahwa JYJ sedang digunakan sebagai alat politik bagi kepentingan partai tersebut. Akhirnya, IBS ditutup hanya empat hari setelah pembukaan.

Kasus IBS JYJ dengan jelas menggambarkan bagaimana masyarakat Korea mengkonsumsi budaya populer. Subkultur idola, arus utama budaya pop, diciptakan oleh remaja tetapi dipelihara oleh para fans ahjumma (dan fans ahjussi?). Menganalisis fenomena di mana suatu idola dicintai oleh anak perempuan dan ibu sekaligus, psikolog Sang-Min Hwang dari Yonsei University mengatakan, “Generasi yang lebih tua gagal untuk membentuk budaya pop tertentu ke generasi mereka sendiri.”

Fans ahjumma mencintai idola mereka dengan cara yang berbeda. Ketika JYJ menghadapi kesulitan muncul di televisi, mereka memberikan alternatif yang berarti dengan menghadirkan IBS dan secara bersama menyumbangkan $ 30.000 [asumsi $ 1 = KRW1000]. Mereka mengorganisir sukarelawan untuk dimasukkan ke dalam tim pengembangan web, tim publikasi, tim penerjemah, dll, dan memperoleh nasihat hukum dari seorang pengacara. Para penggemar remaja yang merasa berisiko kehilangan kekuasaan mereka atas dunia fandom, mengkritik bahwa fans ajumma mencoba untuk membeli Oppa2 JYJ dengan uang.”

Kasus yang pertama dimulai sebagai sebuah bentrokan antara fans remaja dan fans ahjumma, menyebar ke bentuk fans lama versus fans newbie. Para kritikus dari Helena, yang mengecam “beberapa ajumma yang bahkan bukan anggota resmi fans club dari dulu sekarang malah menyiapkan IBS,” adalah kelompok yang telah membanggakan diri mereka dengan title “menjadi penggemar sejati untuk sekian tahun lamanya”. Profesor Tak Hyeon-Min dari Sungkonghoe University mengatakan kelompok-kelompok seperti itu merupakan cerminan dari budaya “follow the crowd” (gw juga kurang mengerti maksudnya apa, ikutan arus kali ya maksudnya?)

Kasus JYJ tidak akan terjadi kalau bukan untuk pasar budaya pop terdistorsi yang tidak  memberikan ruang untuk artis yang dihindari oleh perusahaan manajemen yang kuat. Lee Moon-Won, seorang kritikus budaya pop, berkata: “keberadaan JYJ telah datang ke titik di mana mereka sedang didominasi oleh fans mereka sendiri, dan kemudian terjadi penunjukkan kekuasaan dalam fandom dimulai.”

Sebelum membuka IBS, Helena mengatakan: “Kami menunggu hari ketika IBS menghilang karena JYJ bebas untuk tampil di TV.” Tetapi pada akhirnya, IBS menghilang, dan JYJ masih sulit tampil di TV. Pada tanggal 4 April, Kantor Pusat Seoul Jaksa mendakwa seorang wanita yang menyusup ke informasi pribadi Helena untuk tuduhan pemerasan, wanita itu tidak senang dengan operasi IBS. Dan ini menjadi proses bagaimana kasus IBS JYJ berakhir.

source: JYJ 방송국 사건 의 전말 [Dong-A Ilbo]
English trans: Ask a Korean
Indo trans: sashalicia
Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 April 2011 in korean news

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: